YAYASAN PANGUDI LUHUR PUSAT
Yayasan Pangudi Luhur - Jl. Dr. Sutomo 4 Semarang 50244 Indonesia  Telp.(024)8314004-8317806 Fax(024)8317806
Sabtu, 25 November 2017  - 1 User Online  
BERANDAHUBUNGI KAMI 


09.08.2010 08:36:38 2568x dibaca.
ARTIKEL
CINTA SESAMA DAN SALEH

Tulisan ini diambil dari Petunjuk-Petunjuk bagi Para Pemimpin Kongregasi Para Bruder Santa Perawan Maria yang Terkandung Tak Bernoda (FIC). Buku ini ditulis oleh Bruder Bernardus Hoeken sesama pendiri, Pemimpin Umum pertama kongregasi Bruder FIC. Petunjuk-petunjuk keutamaan tersebut ditujukan kepada para pemimpin bruder FIC dan sebenarnya ditujukan untuk semua bruder bahkan ditujukan kepada siapa saja yang ingin memiliki kualitas hidup spiritual yang baik. Termasuk guru karyawan Yayasan Pangudi Luhur.


Sosialisasi Petunjuk Keutamaan Bruder Bernardus ini dalam rangka Tahun Kerasulan Kongregasi Bruder FIC. Tujuannya agar guru-karyawan Yayasan Pangudi Luhur sebagai pemimpin para siswa semakin mengenal, meresapkan, dan mewujudkan nilai-nilai keutamaan yang diperjuangkan oleh para bruder. Bruder sebagai subyek dalam karangan asli akan diganti dengan guru/karyawan sebagai subyek yang dituju.
 

a.   Mencintai sesama guru dan karyawan

Rasul Paulus berkata,”Di atas semuanya itu, kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.” Tak ada yang lebih perlu untuk komunitas unit karya daripada cinta kasih. Alangkah bagusnya jika setiap guru/karyawan di unit kerja sungguh diilhami oleh pandangan itu: “Barang siapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.”


Santo Thomas berkata,”Cinta kepada Allah dan cinta kepada sesama berasal dari satu cinta yang sama.” Bagi guru/karyawan Pangudi Luhur, cinta biasa tidak mencukupi: disamping cinta seorang bapak, ia harus mempunyai kelembutan hati seorang ibu.


Sungguh cinta kasih harus menjadi alasan segala tindakan Anda. Jika tindakan Anda beralasan lain maka orang-orang yang Anda layani dengan segera mengetahui itu dan Anda akan kehilangan kepercayaan, hormat, dan cinta kasih kepada Anda. Akibatnya, Anda tidak akan mengerti kesalahan, kekurangan, dan penyelewengan yang terjadi. Orang akan menyembunyikan macam-macam hal bagi Anda. Lagi pula, banyak hal akan dilakukan mereka tanpa sepengetahuan Anda, agar tidak mengganggu Anda.


Jika guru/karyawan tidak saling mencintai, biasanya terjadi perselisihan besar, pihak memihak, bermacam-macam kekacauan dan penyelewengan. Hal itu tidak mengherankan. Bagaimana para guru/karyawan akan saling mencintai, menanggung dengan sabar dan kasih kekurangan dan kelemahan sesama, bergaul dengan hormat dan keramahan, jika mereka tidak melihat cinta kasih dalam komunitas unit karya ?


Maka dari itu, jagalah agar Anda sama sekali tidak dengan kata-kata atau tanda-tanda, menyatakan atau menunjukkan rasa tidak menyenangkan, lebih-lebih terhadap hal-hal yang tidak seberapa penting.

b.   Saleh

Jika guru/karyawan tidak saleh hendak menangani suatu karya yang luhur, yaitu memimpin anak didik dan membimbing mereka ke kesempurnaan, akhirnya bagaimanakah hasilnya ?


Bagaimana mungkin Allah akan memberkati seorang guru/karyawan Pangudi Luhur dengan kemampuan sendiri? Guru/karyawan tak akan berhasil seperti seorang panglima merebut benteng yang kuat tanpa sarana perang. Segala perbuatan guru/karyawan harus berdasarkan iman. Guru/karyawan harus mengenal pribadi Yesus Kristus dalam diri pemimpin yang mewakiliNya.


Bagaimana dampaknya kata-kata, teguran-teguran, dan pembetulan-pembetulan dari Anda, jika kata-kata itu berasal dari hati yang tidak peka lagi dingin, jika anak didik melihat bahwa Anda hanya bertindak secara manusiawi tanpa kesabaran, lekas tersinggung, dan sewenang-wenang ? Menurut teladan Sang Penyelamat, seorang guru/karyawan Pangudi Luhur harus ibarat api yang menerangi dan menghangatkan. Ia harus mempersatukan peserta didik dengan Tuhan; maka kata-katanya, karyanya, dan segala kegiatannya harus bersifat ilahi.


Seorang guru/karyawan harus saleh, ya bahkan sangat saleh. Ia harus menghadap Tuhan dan bertanya kepadaNya, apa yang harus diajarkan kepada orang lain. Pada kaki altar, ia harus memohon kemampuan dan kekuatan kepada sumber cinta kasih ilahi, agar ia janganlah putus asa karena beban, gangguan, dan penderitaan, dan beres untuk menemukan kekuatan bagi dirinya sendiri dan bagi para peserta didiknya. Berdoa dengan mesra, rendah hati, dan penuh kepercayaan, menjadi penghiburan rohani yang dicarinya.


Jika guru/karyawan bukan orang yang saleh, para siswa kurang saleh juga, atau setidak-tidaknya akan menjadi kurang saleh. Mereka akan mulai memandang segala-galanya dengan mata duniawi dan menaatinya sebagai siswa semata saja, tanpa iman.


Tanpa kesalehan, orang membangun bangunan besar di atas pasir, di atas penalaran manusiawi belaka, dan apa hasilnya? Bangunan itu dengan segera akan roboh. Celakalah ! Celakalah ! Celakalah dia yang dengan cara itu menggagalkan karya Allah. St. Paulus mengatakan,”Kesalehan itu perlu dalam segala-galanya.” (wrt)





KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


Nama
Email
Homepage
Komentar
Kode Verifikasi kode
 



^:^ : IP 54.158.214.111 : 3 ms   
YAYASAN PANGUDI LUHUR PUSAT
 © 2017  http://www.pangudiluhur.org/