YAYASAN PANGUDI LUHUR PUSAT
Yayasan Pangudi Luhur - Jl. Dr. Sutomo 4 Semarang 50244 Indonesia  Telp.(024)8314004-8317806 Fax(024)8317806
Sabtu, 25 November 2017  - 1 User Online  
BERANDAHUBUNGI KAMI 


01.06.2009 13:31:10 9969x dibaca.
ARTIKEL
MENGATASI PERILAKU AGRESIF ANAK USIA DINI

Oleh : Br. Dr. G.Bambang Nugroho, FIC

Agresivitas dan Penyebabnya                               

Agresivitas merupakan tingkah laku menyerang baik secara fisik maupun verbal, atau baru berupa ancaman yang disebabkan adanya permusuhan. Tingkah laku ini seringkali muncul sebagai reaksi emosi anak terhadap frustasi, misalnya karena dilarang melakukan sesuatu. Agresi juga seringkali timbul karena tingkah laku agresif yang sebelumnya mengalami penguatan. Hal ini dapat terjadi karena pada beberapa keluarga anak agresif justru dihargai.                    


Selain itu, tingkah laku orangtua juga merupakan model yang paling efektif bagi anak. Dengan kata lain, anak menjadi agresif karena mencontoh orang dewasa misalnya orang tuanya. Biasanya tingkah laku yang muncul pada anak adalah marah secara verbal maupun menyerang, temper tantrum dan merusak.    


Jika perilaku agresif tidak diperoleh anak dari meniru orang dewasa, kita perlu mencoba mencari penyebab lain. Penelitian membuktikan bahwa acara televisi mampu ditangkap oleh anak sejak ia berusia sekitar 19 bulan. Acara di televisi itu pun memberinya ide untuk menggunakan cara yang sama dengan yang digunakan oleh tokoh yang dilihatnya di layar kaca, dalam mengekspresikan kemarahan.


Mengatasi Perilaku Agresif Anak                                       

Jika anak meniru adegan yang ditontonnya di layar kaca, katakanlah dengan tegas bahwa hal itu tidak boleh dilakukan. Perlu dijelaskan bahwa kemarahan yang diungkapkan melalui serangan itu merupakan perilaku yang tidak bisa diterima umum. Ucapkan pesan tersebut secara berulang-ulang, agar pesan itu dipahami benar oleh anak. Beri perhatian yang besar kepada perilaku positif anak. Menggigit, memukul atau tindakan agresif biasanya menjadi cara anak untuk mencari perhatian. Mungkin seringkali kita cenderung tidak menghiraukan atau kurang menghargainya meski ia telah berperilaku baik.                 Sebagai guru di Taman Kanak-kanak, berikan lebih banyak perhatian kepada hal-hal baik yang dilakukannya. Berikan pujian, senyuman dan belaian, biasanya dengan tindakan ini, anak menjadi lebih tenang. Dukunglah anak untuk menerjemahkan perasaannya menjadi kata-kata. Kemarahan, kekecewaan, sedih, jengkel, merupakan terjemahan perasaan campur aduk yang kerap dirasakan anak. Bantulah anak untuk mengungkapkan perasaannya, dan bantulah ia menghindari ekspresi emosi melalui tindakan agresif.                                                                                                                                   


Pelajari dan kenali apa saja yang dapat memicu tindakan agresif anak. Kelelahan juga bisa menjadi penyebab perilaku anak tidak terkendali. Untuk itu pembelajaran yang menarik, ringan dan menyenangkan dalam situasi bermain di sekolah sangat diharapkan. Faktor guru yang ramah,hangat, komunikatif, simpatik, “keibuan” atau “menarik” sangat menguntungkan untuk menciptakan situasi belajar yang kondusif di Taman Kanak-Kanak.  Untuk itu aturlah jadwal, seleksi jenis aktivitas anak yang dapat membuat anak terlalu lelah. Meminimalkan kemungkinan munculnya rasa frustasi anak dengan mengajarkan keterampilan bersosialisasi, bermain dengan teman sebaya, dan keterampilan sehari-hari lainnya. Karena keterampilan yang tidak terkuasai bisa menjadi pemicu munculnya frustasi yang nantinya dapat diwujudkan dalam berbagai tindakan agresif. Mengajarkan berbagai keterampilan yang dibutuhkan anak dalam kehidupan sehari-hari tidak saja akan menekan perasaan frustasinya, tetapi juga akan menekan kecenderungan untuk menyera ng.


Apa yang perlu diperhatikan guru Taman Kanak-Kanak, jika menghadapi anak yang berperilaku agresif :

1. Ganjaran untuk tingkah laku yang diharapkan.                        
Langkah pertama teknik ini adalah menangkap kapan anak bertingkah laku baik, seperti tidak berteriak atau memukul, kemudian berilah ganjaran untuk tingkah lakunya tersebut. Anak usia 3-6 tahun biasanya butuh ganjaran yang wujudnya nyata. Untuk itu misalnya, anak dapat diberi bintang karton dan setiap lima bintang dapat ditukar dengan sebuah mainan.


2. Tidak mempedulikan tingkah laku agresif.                               
Sikap tidak peduli terhadap tingkah laku agresif dan perhatian guru/orangtua pada korban agresivitas anak akan mengurangi kecenderungan anak untuk bertingkah laku agresif.


3. Melatih anak bersosialisasi.                                          
Anak seringkali bertingkah laku agresif karena kurang memahami keterampilan sosial. Mereka belum mengerti bahwa segala sesuatu dapat dibicarakan lebih dahulu. Untuk itu anak perlu dilatih untuk mengatakan apa yang ia kehendaki dan memikirkannya secara jelas.


4. Beri alternatif untuk menghilangkan kemarahan.                   
  Pelepasan dorongan agresi dapat dilakukan dengan aktivitas bermain. Oleh karenanya, bila anak marah, tenangkan dan alihkan perhatiannya dengan mengajaknya bermain.


5. Tegakkan disiplin.                                                   
Aturan harus jelas dan tanpa toleransi. Anak harus diberitahu secara jelas dan tegas, bahwa ia tidak boleh memukul atau melempar.


6. Mencari sumber agresivitas.                                  
Beberapa anak berlaku agresif karena kebutuhannya akan kasih sayang tidak terpenuhi. Karena itu, kualitas hubungan personal dengan anak seharusnya lebih ditingkatkan.


Agresivitas merupakan salah satu gangguan sosial emosional anak. Perkembangan sosial emosional anak membutuhkan perhatian para orangtua dan guru Taman Kanak-Kanak. Masalah-masalah emosi yang muncul di usia sangat dini, dapat memprediksi perkembangan anak selanjutnya. Para guru dan orangtua dituntut untuk mempunyai kepekaan terhadap perkembangan anak, dan melakukan tindakan–tindakan secara edukatif untuk membangun karakter anak sebagai dasar dalam tumbuh kembang selanjutnya.





KOMENTAR
Belum ada komentar, silakan mengisi komentar melalui form berikut :


Nama
Email
Homepage
Komentar
Kode Verifikasi kode
 



^:^ : IP 54.158.214.111 : 2 ms   
YAYASAN PANGUDI LUHUR PUSAT
 © 2017  http://www.pangudiluhur.org/