YAYASAN PANGUDI LUHUR PUSAT
Yayasan Pangudi Luhur - Jl. Dr. Sutomo 4 Semarang 50244 Indonesia  Telp.(024)8314004-8317806 Fax(024)8317806
Rabu, 24 April 2019  - 5 User Online  
BERANDAHUBUNGI KAMI 


26.01.2019 07:59:07 79x dibaca.
BERITA
Atlet Wheelchair Basketball

 

SMP PL Bintang Laut kedatangan para atlet Wheelchair Basketball, Senin 13 Agustus 2018.”Mereka kita undang pas di Solo untuk persiapan Asian Para Games melalui Pak Benny. Sekolah juga ingin mengenalkan para atlet dan memberi motivasi bagi para siswa dan guru, “tutur Pak Tobing Setyoko, guru olahraga sekolah. Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan Pak Tri Budi Mulyono menjelaskan, Pak Benny merupakan rekan dari salah satu atlet Wheelchair  Basketball tersebut dan merupakan orang tua murid yang sering berhubungan dengan sekolah, sehingga beliau menjadi perantara antara sekolah dengan Tim Wheelchair Basketball. Para atlet tiba di SMP PL Bintang Laut pukul 06.30 dan meninggalkan lapangan indoor sekolah pukul 09.30. Banyak siswa yang antusias  menyaksikan dan memberi tepuk tangan saat para pemain sampai di lapangan.

Para siswa berkumpul di halaman indoor sekolah. Pukul 06.55 WIB, setelah doa pagi, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu nasional dan Mars Bintang Laut. Sambutan yang pertama dari Pelatih Kepala Timnas Wheelchair Basketball Indonesia, Fajar Brilianto dilanjutkan sambutan Kepala Sekolah Bruder Yustinus Tri Haryadi SPd FIC. Usai  sambutan diteruskan dengan pemanasan para pemain. Selanjutnya, Timnas Wheelchair Basketball Indonesia menunjukkan aksi yang memukau.

Suasana sekolah pun menjadi meriah dan bergemuruh oleh teriakan dan tepuk tangan. Kemeriahan bertambah dengan penampilan para guru yang mencoba bermain basket dengan kursi roda antara lain: Ig. Tobing Setyoko SPd, Antonius Rihananto MPd, Drs G Eko Kriswanto, Agustinus Mulyanto SPd dan B Tri Budi Mulyono SSi. Para guru belum terbiasa bermain basket dengan kursi roda maka mengalami kesulitan saat menggerakkan kursi roda dan menggiring bola. Satu-satunya guru yang dapat mencetak angka saat bermain adalah Bapak Agustinus Mulyanto.  

Pak Tobing mengatakan, dirinya sendiri mengalami kesulitan saat bermain basket dengan kursi roda. Pengalaman itu memberikannya motivasi bahwa mereka yang tidak sempurna saja bisa, mengapa kita yang diberi kelengkapan tidak bisa? Kita harus belajar dari mereka dan bersyukur atas anugrah yang dimiliki.

Sedangkan beberapa siswa juga diajak bermain basket dengan kursi roda antara lain : Justin Jaya (8H), Adyuta Ardan (9C), Nicholas Revalino Yovanka (9B), Vania Calista (9C), dan Jesslyn Jaya (7F). Mereka menunjukkan aksi yang memukau.

Di akhir acara, Pelatih Kepala menjelaskan mengapa ada perbedaan tinggi kursi roda yang dipakai oleh pemain. Hal itu disebabkan oleh tingkat kelemahan yang dimiliki pemain. Usai acara, banyak siswa berfoto bersama dan meminta tanda tangan dari para atlet. Tidak lupa warga sekolah juga bersalaman dengan para atlet Wheelchair Basketball.

(Alfredo dan Gabriel Alya) 








^:^ : IP 34.230.84.215 : 2 ms   
YAYASAN PANGUDI LUHUR PUSAT
 © 2019  http://www.pangudiluhur.org/