YAYASAN PANGUDI LUHUR PUSAT
Yayasan Pangudi Luhur - Jl. Dr. Sutomo 4 Semarang 50244 Indonesia  Telp.(024)8314004-8317806 Fax(024)8317806
Selasa, 20 Agustus 2019  - 5 User Online  
BERANDAHUBUNGI KAMI 


14.12.2010 01:25:05 1794x dibaca.
BERITA
Bersama Bunda Maria, Terlibat Berbagi Berkat

Tahun 2010 sudah di penghujung dan sebentar lagi kita akan meninggalkannya serta memasuki Tahun Baru 2011. Selama tahun 2010 ini kita telah berusaha memberikan perhatian kepada tugas pengutusan kita sebagai orang-orang yang terlibat penuh dalam karya pendidikan lewat Yayasan Pangudi Luhur. Pada awal tahun ini kita telah mencanangkan tahun 2010 sebagai Tahun Kerasulan Yayasan Pangudui Luhur. Kita telah mencoba mewujudkan dan masih melaksanakan butir-butir perhatian yang telah dikumandangkan pada awal tahun 2010. Meskipun tidak semua butir perhatian dapat terwujud dengan baik, karena keterbatasan kita, namun pantaslah kita bersyukur kepada Tuhan yang Mahakasih atas pendampingan dengan rahmat kasih-Nya kepada kita selama tahun 2010 ini. Salah satu hal yang kita buat adalah setiap bulan kita dibantu untuk merenungkan ‘Sepuluh Nilai Keutamaan Bruder Bernardus Hoecken’ lewat majalah tercinta kita, Bianglala.  Kita berterima kasih kepada Redaksi Bianglala yang dengan setia membantu kita berefleksi. Doa Kerasulan FIC yang didoakan setiap hari oleh Keluarga Besar Pangudi Luhur, menambah kesadaran kita sebagai orang-orang yang diutus untuk merasul di ladang pendidikan. Kunjungan Ketua Yayasan dan Kepala Kantor ke unit-unit kerja diharapkan dapat menambah dukungan bagi warga besar YPL dalam melaksanakan tugasnya.

Perayaan Pelindung

Saudara-Saudari terkasih,

pada tanggal 8 Desember kita merayakan pesta Santa Perawan Maria yang Terkandung Tak Bernoda. Kita sudah berkali-kali merayakannya. Berbagai bentuk perayaan diselenggarakan sesuai dengan keadaan wilayah setempat. Ada cabang yang menyelenggarakan lomba Guru - Karyawan Kreatif . Kegiatan ini untuk memacu dan meningkatkan mutu pelayanan kita sebagai warga lembaga pendidikan, sekaligus untuk lebih menyadari tugas pengutusan kita. Doa-doa Novena dengan tema-tema Maria yang dilaksanakan selama 9 kali berturut-turut. Kita masih menyelenggarakan Misa Syukur atau Doa Bersama tepat pada tanggal 8 Desember di setiap Cabang atau Ranting YPL. Semua itu dengan tujuan untuk bersyukur kepada Tuhan karena kasih setia-Nya kepada kita lewat Bunda Maria yang telah bersedia tanpa syarat untuk menjadi Ibu Sang Penebus, juga Ibu kita. Kita berharap dan berdoa agar dari hari ke hari kita dapat semakin menyerupai teladan Maria bunda kita. Saudara-Saudari terkasih, baiklah pada kesempatan ini kita merefleksikan kebersamaan kita dengan Bunda Maria dalam berbagi berkat.

Bersama Bunda Maria

Saudara-Saudari terkasih,

bersama Bunda Maria mengandaikan ada dalam perjalanan bersamanya, sebagai teman seperjalanan. Dalam perjalanan tersebut kita diharapkan mengenal secara mendalam teman seperjalanan kita, agar pertemanan ini menjadi semakin akrab dan menyaudara. Dengan mengenalnya secara mendalam kita dapat mengkomunikasikan apa yang menjadi persoalan kita. Dalam perjalanan bersama Maria, kita perlu mengenal Maria.  Banyak hal dapat kita refleksikan  berkaitan dengan bersama Bunda Maria lewat Kitab Suci. Tentu pertama-tama Bunda Maria yang berani mengatakan “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Lukas 1:38) Kesiapsediaan Maria mengatakan ‘ya’ terhadap kehendak Tuhan membawa konsekuensi yaitu sanggup ‘Melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (bdk. Lukas 2:7). Maria yang juga sabar mendengarkan jawaban ‘ketus’ di Bait Allah pada waktu Yesus berumur 12 tahun,“Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?” (Lukas 2:49). Maria adalah pribadi yang peka terhadap situasi sekeliling dan kebutuhan orang lain. Ketika orang kekurangan anggur (Pesta Perkawinan di Kana) ia berkata,”Mereka kehabisan anggur.” Maria juga mengatakan,”Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu.” (bdk. Yohanes 2 : 3; 5)  Pengenalan kita tentang Maria tidak berhenti di situ. Pada akhirnya Maria bertahan mengikuti Yesus sampai di bawah salib, yaitu pada saat-saat akhir hidup Yesus, saat-saat penderitaan yang sangat berat. (bdk. Yohanes 19 : 25 – 27). Itulah Maria Pelindung kita dan yang setia menemani perjalanan hidup kita.

Berkarya

Saudara-Saudari,

kita dipanggil untuk mendampingi perkembangan kaum muda lewat unit-unit kerja pelayanan kita dari PG/TK sampai dengan SMA/K di Yayasan Pangudi Luhur. Karya kita akan semakin mendalam dan bermakna kalau dilandasi dengan ketekunan dan kesetiaan kita kepada ciri khas kita sebagai anggota Gereja. Gereja yang nyata dan kontekstual yaitu Yayasan Pangudi Luhur. Orientasi pelayanan kita mesti terarah kepada keunggulan iman, kepribadian yang utuh, pribadi yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi dengan terlaksananya pendidikan dan pembelajaran yang bermutu, terencana, disiplin, konsisten yang berbasis pendidikan yang holistik.  Dengan kata lain visi dan misi yang sudah menjadi kesepakatan kita harus menjadi dasar dan jiwa terhadap tugas pengutusan kita. Tugas ini tidak mudah. Kita akan merasakan beban berat dalam melaksanakan tugas pengutusan ini apabila kita dalam menjalankan tugas kita hanya bersandarkan kepada kemampuan kita sendiri. Sebagai orang beriman, hendaknya kita bersandar dan selalu memohon kekuatan Tuhan sendiri agar kita semakin dimampukan untuk melaksanakan tugas tersebut.

Kita mesti yakin bahwa “Allah yang telah memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya.” (bdk. Flp. 1 : 6). 

Berbagi Berkat

Saudara-Saudari terkasih,

kerja dapat dilihat dari berbagai dimensi. Seseorang, misalnya, dapat mengatakan bahwa kerja sebagai sarana untuk mencari nafkah, untuk mengembangkan ekonomi, untuk mengembangkan bakat, untuk memuaskan cita-cita, untuk mengembangkan jati diri agar menjadi lebih utuh. Dalam perspektif iman Kristiani, kerja bukan sekadar kegiatan saja. Kerja adalah sebagai sarana untuk berpartisipasi dalam karya Allah, yaitu menyempurnakan yang ada, sehingga menjadi lebih bermakna untuk hidup manusia. Kerja dapat menjadi sarana untuk merasul artinya untuk mewartakan kebaikan Tuhan kepada semua orang yang dilayaninya. Dengan kata lain dengan bekerja kita membagikan berkat. Berkat yang kita bagikan adalah berkat dari Tuhan sendiri, sumber segala berkat. Seseorang yang menerima berkat menjadi bahagia. Bahagia menyiratkan adanya kepuasan hati, damai, menerima diri, lega, penuh harapan, dipenuhi dengan rasa syukur. Pertanyaan bagi kita, apakah tugas pengutusan kita di unit kerja kita masing-masing membuahkan berkat? Konkretnya  apakah tugasku sehari-hari sebagai guru, tenaga administrasi, tenaga pelaksana membawa berkat, membawa kebahagiaan bagi orang lain? 

Akhirnya, marilah kita melaksanakan tugas pekerjaan kita sambil saling memberikan salam, sapaan, senyum dengan sebulat hati, sehingga Allah semakin dimuliakan di antara kita.

Selamat Pesta Pelindung dan Tuhan memberkati.

Semarang, 8 Desember 2010

Hari Raya Santa Perawan Maria yang Terkandung Tak Bernoda

Atas nama Pengurus Yayasan Pangudi Luhur,

 

Br. Frans Sugi FIC

Ketua








^:^ : IP 18.206.13.39 : 2 ms   
YAYASAN PANGUDI LUHUR PUSAT
 © 2019  http://www.pangudiluhur.org/