YAYASAN PANGUDI LUHUR PUSAT
Yayasan Pangudi Luhur - Jl. Dr. Sutomo 4 Semarang 50244 Indonesia  Telp.(024)8314004-8317806 Fax(024)8317806
Sabtu, 25 November 2017  - 2 User Online  
BERANDAHUBUNGI KAMI 


20.07.2011 03:05:29 3098x dibaca.
BERITA
KABAR BERITA DAN INFORMASI CU PL KASIH

Salam Credit Union

Salam Credit Union

Memang tidak ada acara apapun pada ulang tahun pertama CU PL Kasih kita, tetapi patut kita syukuri bahwa pada usia yang ke satu ini, Nampak ada perkembangan yang menggembirakan. Dari sisi keanggotaan pelan –pelan bertambah, bahkan sudah akan mulai dengan membuka diri bagi keluarga inti guru dan karyawan Pangudi Luhur. Produk non-saham kita juga akan segera kita gulirkan yaitu  TUMBUH, yang dapat diikuti oleh siapa saja. Kita juga berharap siswa_siswi kita, orang tua murid akan berbondong-bondong menabung di TUMBUH. Kami juga berharap bahwa uang-uang tabungan disekolah entah itu tabungan kegiatan atau tabungan murni dapat diTABUNGkan di CU PL kasih dalam produk TUMBUH ini. Dari sisi asset mengalami capaian yang lumayan yaitu sekitar 8,8 Milyar rupiah. CU PL kasih juga sudah mampu membantu pemenuhan pinjaman 91 orang selama 4 bulan terakhir.

Selain rasa syukur tentu saja masih ada tugas-tugas yang tidak ringan baik bagi segenap pengurus maupun manajemen. Kami harus terus menerus mengevaluasi, menetapkan dan menyempurnakan konsep dan pondasi “Bangunan” CU PL Kasih dalam beberapa tahun ke depan. Kami masih melanjutkan pendidikan lanjut bagi segenap organ pengurus dan manajemen. Kami masih harus meningkatkan pelayanan kami. Maka kami akan mengangkat petugas “Tempat Pelayanan” di Jakarta, Surakarta, dan Yogyakarta. Petugas ini diharapkan menjadi benih tumbuh dan suburnya keanggotaan dan pelayanan CU PL Kasih di masing-masing TP.  Selain itu juga kami memutuskan untuk menyewa rumah didaerah Mugas Semarang untuk dipergunakan sebagai kantor dan pelayanan CU PL Kasih Pusat dan TP Semarang. Kami mohon dukungan dan doa restunya sehingga kami semakin dapat menata dasar-dasar CU dan pelayanan CU semakin prima seperti motto pelayanan kami.

Tidak lupa pada kesempatan yang baik ini, kami sampaikan apresiasi yang tinggi kepada teman-teman bagian manajemen yang penuh ketekunan dan kerja keras melaksanakan tugas-tugas teknis demi kemajuan dan pelayanan di CU PL Kasih. Anda semua “Jempol”, semoga kami dapat juga memperhatikan kesejahteraan teman-teman sesuai dengan kemampuan CU PL Kasih dan atas bantuan dari Yayasan Pangudi Luhur

Kami informasikan juga bahwa kami telah ikut ikut RAT BKCU Kalimantan yang pertama kali dan pada saat itu secara resmi CU PLK diterima secara resmi dengan nomor keanggotaan 76. Manajer juga dikirim untuk mengikuti seminar internasional tentang CU di Pontianak. Direncanakan pada minggu pertama bulan Agustus 2011 kami akan mengadakan pendidikan lanjutan yang ke II

Untuk yang terkasih semua anggota, kami berdoa agar anda semua sehat dan bahagia. Terima kasih atas kepercayaan yang semakin baik kepada kami. Kami tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan tersebut untuk melaksanakan tugas sebaik mungkin untuk kita semua.

Salam,

Pengurus CU PL Kasih  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Cerita Sukses “Credit Union”

 

Jalan hidup Pintaraja Marianus Sitanggang berubah sepulang mengikuti seminar perburuhan di Baguio City, Filipina, tahun 1970. Sitanggang yang saat itu menjadi guru SMA Katolik Budi Mulia, Pematang Siantar, Sumatera Utara, berada di Filipina karena ditugaskan Pengurus Pusat Persatuan Guru Katolik.

Salah satu materi seminar perburuhan itu tentang credit union (CU), yang di Indonesia diterjemahkan secara bebas sebagai koperasi kredit. Sepulang dari Filipina, Sitanggang tergerak mendirikan CU di sekolahnya.

Ia mengajak guru dan karyawan SMA Budi Mulia. Namun, kondisi ekonomi saat itu belum pulih setelah lonjakan inflasi pada akhir pemerintahan Presiden Soekarno. Ini membuat tak banyak orang tertarik pada ide koperasi simpan pinjam itu. Sitanggang tak kehilangan akal. Sebagai ketua yayasan, ia lalu memotong sebagian gaji guru dan karyawan sebagai simpanan saham. Simpanan saham dalam Undang-Undang Koperasi dikenal dengan istilah simpanan wajib anggota. Selain itu, Ia juga mengajak guru dan karyawan SMA Cinta Rakyat bergabung agar permodalan CU semakin kuat. Pada tahun 1973 terbentuklah CU Cinta Mulia.

”Waktu itu lembaga keuangan, apalagi koperasi, hampir tak dipercaya masyarakat. Di sisi lain, masyarakat miskin di desa-desa tak mengenal konsep menabung karena untuk makan saja sulit,” ujarnya. Tantangan membentuk permodalan bersama bagi rakyat miskin di pedesaan tak menyurutkan semangat Sitanggang..

Mulai bermunculan

Setelah Pematang Siantar, CU kemudian berdiri juga di Pakkat dan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Siborongborong, Tapanuli Utara, Aek Kanopan, Labuhan Batu Utara, Tebing Tinggi, serta Barus dan Manduamas, Tapanuli Tengah. Bermunculannya CU ini lalu menumbuhkan Badan Pengembangan Daerah Koperasi Kredit Sumut yang menjadi cikal bakal koperasi sekunder (pusat koperasi di tingkat provinsi), Badan Koordinasi Koperasi Kredit Daerah (BK3D). Penyesuaian nama sejalan dengan Undang-Undang Koperasi, membuat BK3D diubah menjadi Pusat Koperasi Kredit (Puskopdit), dan Sitanggang menjadi ketuanya hingga kini.

Ia juga menjaga filosofi koperasi sebagai lembaga keuangan yang didirikan secara bersama untuk mengubah nasib anggotanya. Ia memegang teguh prinsip; koperasi dibentuk karena ada sekelompok orang yang merasa senasib dan menyadari bersama nasib mereka harus diperbaiki.

”Kebersamaan di CU diwujudkan dengan menyimpan dan memberikan pinjaman kepada anggota yang paling memerlukan,” ujar Sitanggang yang juga bercerita bahwa hingga akhir tahun 1970 CU tak boleh menggunakan nama koperasi.

”Ini karena koperasi di desa, menurut pemerintah, hanya satu, yakni KUD (koperasi unit desa). CU terpaksa bergerak sembunyi-sembunyi karena kalau ketahuan pemerintah saat itu kami dipaksa masuk KUD. Padahal, banyak KUD mengingkari prinsip koperasi. Pengurusnya ditunjuk pejabat di daerah di mana KUD berada, bukan berdasarkan kemauan anggota,” katanya.

Daya tarik

Sebagai koperasi simpan pinjam, daya tarik CU adalah penyaluran kredit atau pinjaman kepada anggota. Guna menghimpun modal, CU juga memiliki berbagai produk simpanan nonsaham, seperti simpanan bunga harian (sibuhar) yang mirip tabanas, simpanan pendidikan (mirip tabungan berencana), dan simpanan sukarela berjangka (mirip deposito).

Sebagai lembaga pembiayaan, saingan CU adalah bank. Jadilah persaingan itu berkaitan dengan penentuan suku bunga. Jika suku bunga simpanan bank di bawah 9 persen, CU menetapkan di atasnya, yaitu 9-15 persen. Jika suku bunga pinjaman bank dihitung berdasarkan total pinjaman, suku bunga pinjaman CU berlaku menurun, dihitung dari sisa pokok pinjaman dengan besaran bunga 2,5  persen. ”Di desa yang CU-nya besar, bank umumnya tidak laku.”

”Tetapi, kami juga harus menjaga ’penyakit’ anggota CU, yang biasa disebut lapar kredit. Saya selalu ingatkan filosofi CU yang utama adalah keswadayaan. Kredit diberikan kepada mereka yang paling membutuhkan di antara anggota. Makanya, CU menetapkan beberapa aturan agar seseorang bisa mendapatkan kredit, salah satunya hadir rutin dalam pertemuan kelompok, prestasinya dalam menabung, dan tak bermasalah dalam pembayaran pinjaman,” katanya.

Kerja keras Sitanggang selama 40 tahun berbuah manis. Berawal sebuah koperasi yang dibentuk dari dua SMA di Pematang Siantar, kini ada 61 CU di bawah Puskopdit BK3D Sumut. Total aset CU di bawah Puskopdit BK3D ini, per November 2010, mencapai Rp 1 triliun. Uang tersebut semuanya berasal dari simpanan saham anggota CU yang jumlahnya lebih dari 250.000 anggota.

CU Beda Dengan Lembaga Keuangan Lain

CU memang berbeda dengan lembaga keuangan lainnya seperti bank, kelompok arisan, dll. Di dalam CU ada keunikan dan keistimewaannya. Hal ini ditegaskan oleh AR. Mecer, Ketua BK3D Kalimantan. Keunikan dan keistimewaan CU itu antara lain ada nilai-nilai solidaritas, keadilan -- dalam arti akurat dalam membagi keuntungan, sesuai dengan yang ditabur dan dituai, ada kesetaraan jender. CU bisa membantu diri sendiri, tetapi harus bertanggung jawab pada diri sendiri dan orang lain. Swadaya juga mutlak dipupuk dan ditumbuh-kembangkan.  Karena itulah CU sangat cocok untuk pemberdayaan ekonomi rakyat. "Jadi sebenarnya, CU tidak hanya cocok di Kalimantan, tetapi juga di seluruh dunia," tandas sesepuh Pancur Kasih itu.

Sesuatu yang unik dan istimewa di CU juga diungkapkan Silvester Ansel Urep, SE, MSc, Dosen Fak. Ekonomi Untan. Menurutnya, keunikan dan keistimewaan CU dibanding dengan badan keuangan lainnya antara lain, setiap anggota bisa meminjam 3 kali lipat dari jumlah tabungan yang sudah mengendap di CU. Apabila anggota akan meminjam, tidak diperlukan jaminan khusus, tetapi cukup hanya menyerahkan buku tabungan. CU juga menawarkan suatu produk simpan pinjam dengan pola kemitraan.

Menurut Ansel Urep, yang menjadikan CU tidak terpengaruh karena dampak krisis moneter ada beberapa hal. Antara lain, ketersediaan modal menjadi satu kekuatan yang sangat dibutuhkan. Maksudnya, CU dengan sangat meyakinkan mampu menghimpun dana masyarakat yang mengindikasikan besarnya kepercayaan terhadap lembaga CU, tidak seperti umumnya yang dilakukan oleh bank komersial lainnya, yaitu dengan meminjam modal dari pihak luar. CU juga memberikan suatu keuntungan bagi para anggota atas saham-saham yang dimiliki para anggota. Pengembalian kredit pinjaman anggota juga terbukti tetap berjalan lancar, hampir tada mengalami kemacetan.

Keunikan dan keistimewaan CU lainnya menurut Munaldus antara lain jantung CU terletak pada pendidikan yang menyadarkan. Karena motonya adalah CU dimulai dengan pendidikan, berkembang melalui pendidikan, dikontrol melalui pendidikan dan bergantung pada pendidikan. "prinsip ini tidak ditemukan di lembaga keuangan lain dan ini menjadi keistimewaan utama CU," tegas Munaldus.

Melalui CU, tekan Munaldus, setiap anggota berjuang agar bebas secara finansial dengan memiliki sumber pendapatan ganda (SPG), yakni (1) memiliki pendapatan dari hasil keringat seperti gaji,  upah, keuntungan bisnis dll. Uang datang hanya kalau orang bekerja; (2) memiliki pendapatan dari bunga tabungan atau deviden dari simpanan saham (uang bekerja untuk manusia); (3) memiliki pendapatan dari sektor realestate (memiliki tanah atau rumah baik untuk disewakan/dijual lagi setelah nilainya meningkat).

Jadi, ujar Munaldus mengingatkan, motivasi masuk CU bukan semata-mata untuk pinjam, tetapi bagaimana CU menjadi tempat berinvestasi. CU berusaha agar setiap anggota memiliki simpanan bagus (bunga/deviden di atas inflasi), bukan simpanan jelek (bunga/deviden di bawah inflasi). CU juga mendorong agar anggota memiliki pinjaman bagus (untuk usaha-usaha produktif) dan bukan semata-mata untuk pinjaman yang jelek (untuk tujuan konsumtif).

Semuanya itu, kata Munaldus karena CU punya filosofi yang dijabarkan dalam 3 pilar CU yang telah diterapkan dan diamalkan secara turun-temurun, yakni (1) pendidikan yang terus menerus dan menyadarkan, (2) swadaya dan (3) setia kawan. Keswadayaannya berbunyi: "dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota." Sedangkan setia kawan berbunyi: "anda susah saya bantu, saya susah anda bantu."

Menurut P. Florus, kekuatan CU terletak pada aspek pendidikan dan pelatihan para anggota. Pendidikan yang diutamakan sifatnya adalah penyadaran dan  andragogis. Selain itu, CU mempunyai kekuatan pada aspek teguhnya nilai-nilai dasar yang sebenarnya merupakan nilai-nilai dasar kemanusiaan. Namun CU juga punya kelemahan. “Di satu sisi, tidak dipungkiri CU juga mempunyai kelemahan, yakni manajemen masih sederhana dan lambat serta belum menjadi gerakan sosial yang besar,” katanya.

Dikatakannya juga, filosofi CU yakni menolong diri sendiri dengan kerjasama, solidaritas, saling percaya, pembelajaran dan secara swadaya/mandiri. “CU punya prinsip bahwa uang hanya sebagai alat, yang terpenting adalah manusianya. Kalau manusianya sudah tidak memegang teguh nilai dasar kemanusiaannya maka saat itu juga CU akan kolap,” ujar Florus.

Pada akhirnya, Mohamad Hatta mengatakan: “Kolonialisme secara pemerintah jajahan sudah lenyap, sudah kita runtuhkan. Tetapi kapitalisme kolonial sebagai suatu kekuasaan organisasi ekonomi masih kuat duduknya. Kekuasaan itu hanya dapat dipatahkan dengan membangun perekonomian rakyat di atas dasar koperasi. Koperasi harus menjadi organisasi yang kuat karena sifat persekutuannya.”

 

 

 

INFO UMUM CU PL Kasih

 

  • Ø Aset CU PL Kasih

 

 

 

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CU PL Kasih yang beroperasi dari bulan Juli 2010 sampai pada akhir Desember 2010 telah mempunyai Aset sebesar Rp 5.594.197.137,-. Pada akhir Maret 2011 telah mempunyai Aset sebesar Rp 8.379.187.493,-. Dan pada bulan Mei 2011 telah mencapai Rp 8.837.123.674,- Hal tersebut menunjukkan bahwa anggota CU PL Kasih sangat mendukung dan berperan aktif dalam mengembangkan CU.

 

  • Ø Jumlah Anggota CU PL Kasih

CU PL Kasih yang beroperasi dari bulan Juli 2010 sampai dengan akhir bulan Mei 2011 telah mempunyai 1.577 anggota yang terdiri dari para guru, karyawan, Bruder dan Para Pensiunan Yayasan Pangudi Luhur yang tersebar di berbagai daerah baik di Pulau Jawa, Sumatera, maupun Kalimantan.

Berikut tabel perkembangan anggota CU PL Kasih :

 

No

Bulan

Jumlah Anggota

1

Januari

1337

2

Februari

1499

3

Maret

1552

4

April

1568

5

Mei

1577

 

  Contact CU PL Kasih

        HP : 085228659800

        Flexy : 024-70286080

        E-mail : cuplkasih@yahoo.com

 

 

 

 

 

*) RAPAT PENGURUS DAN PENGAWAS

Rapat Pengurus dan Pengawas CU PL Kasih pada bulan April (14/04/2011) dan bulan Mei (20/05/2011)  dilaksanakan di aula Yayasan Pangudi Luhur Pusat. Agenda rapat membahas tentang laporan manajemen pada pengurus, pengajuan pinjaman umum bulanan juga sekaligus mengagendakan sosialisasi untuk pembukaan tabungan TUMBUH, selain itu juga dibahas tentang sedikit perubahan  Job Des untuk Manajemen CU . Berikut tabel realisasi pinjaman umum :

Bulan

Jumlah pengajuan

Nominal pengajuan

Jumlah terealisasi

Nominal realisasi

Februari

38 orang

Rp. 639.000.000,-

22 orang

Rp.353.000.000,-

Maret

32 orang

Rp. 493.000.000,-

24 orang

Rp. 339.000.000,-

April

18 orang

Rp. 234.000.000,-

29 orang

Rp.463.000.000,-

Mei

22 orang

Rp. 292.000.000,-

16 orang

Rp.218.500.000,-

 

 

INFO KHUSUS CU PL Kasih

   Ultah yang pertama CU PL Kasih

Tak terasa CU Pl Kasih kita pada tanggal 1 Mei 2011 kemarin telah menginjak usia yang pertama, Seperti manusia pada umumnya yang baru berusia 1 tahun dan sedang belajar berdiri dan berjalan, CU PL Kasih juga jatuh bangun untuk bisa berdiri dengan kokoh dengan didukung dan didorong oleh Keinginan dari semua anggota, pengurus dan staf manajemen, mari kita memajukan dan mengharumkan nama CU PL Kasih. Viva la CU PL Kasih…..

   Penyerahan Santunan

Sebagai bentukperwujudan prinsip CU yang ketiga yaitu “ Solidaritas ” maka pada tanggal 25 Mei 2011 manajemen CU yaitu Pak Agung (manajer) dan Riri (Staf bag Keuangan) mengadakan kunjungan ke rumah (alm) bapak Bangun Sukmono di Salatiga untuk menyerahkan klaim jalinan BKCU Kalimantan yang telah cair kepada ahli waris (alm).

Klaim Tunas ()santunan solidaritas) diterima oleh ahli waris yaitu ibu Elisabeth Setya Rahayu (istri alm). Kalim Tunas yang diterima ahli waris sebesar 100% dari simpanan ( Simp Pokok, Simp Wajib, Tampan) alm ( Rp 5.708.300,-). Jadi ahli waris menerima klaim Tunas dan juga simpanan alm di CuPL kasih ( Rp 11.0431.600,-) sementara itu dengan adanya klaim Lintang (Perlindungan Hutang) maka pinjaman anggota yang berupa Kredit Simpanan lunas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENYEGARAN KEMBALI  (TO REFRESH)

 

Salam..Solusi Cerdas Terpercaya!!

Setiap kita mengoperasikan komputer, kita sering menekan klik kanan mouse dan mengarahkan cursor pada kata refresh dan menekan klik kiri pada mouse. Apa maksudnya??

Benar..refresh berarti penyegaran kembali, maksudnya adalah supaya program yang sedang kita jalankan dari komputer kita tidak menjadi ‘hang’ alias macet. Begitu pula insan Credit Union Pangudi Luhur Kasih, selayaknya harus melakukan refresh secara terus menerus mengenai Credit Union, bukan supaya tidak hang melainkan agar selalu ingat pada cita-cita awal pembentukan CUPLK yaitu mencapai kesejahteraan melalui Credit Union”.

 

Perlu kita ingat kembali, Credit Union bukanlah semata-mata suatu lembaga simpan pinjam. Credit Union berarti “kumpulan orang” (Union) yang “saling percaya” (Credere) untuk bersama-sama berjuang mencapai kesejahteraan dengan berasaskan Swadaya, Setia kawan (Solidaritas) dan Pendidikan. Jadi yang diberdayakan dalam Credit Union adalah “kelompok orang”/ Anggota, bukan lembaga.(Adi Sasono/ mantan Menkop, dalam presentasinya pada The First International Credit Union Conference di Pontianak 16 – 20 Mei 2011)

Namun sampai saat ini masih terdapat pandangan dari sebagian anggota bahwa Credit Union tidak lebih dari sebuah lembaga simpan-pinjam. Ini nampak dari kecenderungan adanya sebagian anggota yang meremehkan kewajiban pembayarannya kepada Credit Union dengan menunda membayar atau membayar dobel di bulan berikutnya.

 

Untuk meluruskannya, kita coba mengingat kembali landasan semangat/ roh Credit Union dalam jaringan BKCU Kalimantan yaitu “Filosofi Petani”. Dalam kesederhanaannya, petani memiliki 4 (empat) prinsip mengelola kehidupan yakni:

  1. Makan-minum, memiliki makna bahwa petani harus menyisihkan hasil untuk memenuhi kebutuhan setiap hari atau jangka waktu tertentu.Filosofi ini menginspirasikan bahwa kita harus menyisihkan sebagaian penghasilan kita untuk ditabung.
  2. Menanam-benih, bahwa petani juga memikirkan kehidupannya di masa yang akan datang. Bagi kita dalam Credit Union ini bermakna sebagian penghasilan kita disisihkan sebagai “bibit/ benih” untuk diinvestasikan dalam simpanan yang akan menghasilkan buah melimpah di masa pensiun kita yaitu pada Simpanan Saham (Simpanan pokok dan Simpanan wajib) serta Simpanan setara saham.
  3. Tolong-menolong, bahwa kehidupan petani diliputi nuansa gotong royong dengan sesamanya dalam mengatasi masalah bersama. Ini dalam Credit Union memberikan makna kita memberdayakan ekonomi  dengan mengumpulkan uang dan dipinjamkan ke sesama anggota dengan prinsip dari, oleh dan untuk anggota.
  4. Kegiatan ritual-bersyukur kepada Allah. Rasa syukur ini terwujud dalam produk-produk solidaritas Credit Union berupa Solidaritas Duka Cita (Solduta) dan Solidaritas Kesehatan (Solkes) yang bernaung dalam program JALINAN BKCU-K. <Catatan: untuk Solkes akan kita kembangkan selanjutnya>

 

Dengan merefleksikan kembali nilai-nilai dan semangat filosofi petani, kita coba disadarkan kembali betapa kesejahteraan anggota jauh lebih bermakna dibandingkan lembaga itu sendiri. Itu juga yang menjadi alasan atas pertanyaan: mengapa bunga simpanan di atas rata-rata bunga pinjaman?

Selisih atas bunga pinjaman dan bunga simpanan yang hanya 9% per tahun (atau sebenarnya minus 1,8% karena bunga simpanan bersifat tetap/ flat sedangkan bunga pinjaman bersifat efektif/ menurun) semata-mata adalah untuk tujuan mensejahterakan anggota. Ini dapat berjalan dengan baik apabila kita seluruh anggota dapat mempertahankan komitmen bersama yaitu memenuhi kewajiban dengan tertib dan lancar. Tidak boleh ada tunggakan apapun dan serupiahpun.

Untuk itu, manajemen juga akan terus-menerus membuat penyegaran melalui program-program yang ada seperti melalui buletin Karisma, sosialisasi-sosialisasi, pendidikan dan pelatihan dsb.

 

Sebagai penutup, kita coba simak pesan Bapa Uskup Agung Jakarta, Mgr. Ignatius Suharyo,Pr dalam misa pembukaan RAT BKCUK yang diadakan di Hotel Sheraton Media Jakarta tanggal 5 – 8 Mei 2011. Bapa Uskup berpesan bahwa kita insan CU selayaknya tidak hanya menyantap Tubuh Kristus dalam ujud Hosti, melainkan diharapkan untuk menjadi hosti itu sendiri. Kita harus mampu dan mau diambil/ diutus Tuhan dengan rasa syukur, dipecah-pecah dan dibagi-bagikan. Artinya, kita mencoba memberikan diri kita, jiwa kita, waktu kita dan apa yang bisa kita berikan untuk kita gunakan melayani sesama, dalam lingkup kecil adalah sesama anggota CUPLK.

 

Semoga CUPLK semakan jaya dan berkembang, dan kita semua semakin sejahtera.

 

Berkah Dalem

E. Agung Haris Munanto

 








^:^ : IP 54.158.214.111 : 2 ms   
YAYASAN PANGUDI LUHUR PUSAT
 © 2017  http://www.pangudiluhur.org/