YAYASAN PANGUDI LUHUR PUSAT
Yayasan Pangudi Luhur - Jl. Dr. Sutomo 4 Semarang 50244 Indonesia  Telp.(024)8314004-8317806 Fax(024)8317806
Selasa, 20 Agustus 2019  - 2 User Online  
BERANDAHUBUNGI KAMI 


15.01.2011 05:13:57 2646x dibaca.
BERITA
Sejarah SMP PL St Aloysius Sukaraja

Gagasan mendirikan sebuah SMP muncul pertama kali dari Bapak HY Sutedjo (Katekis Sukaraja) tahun 1997 dan disampaikan kepada Pastor Adi Suwarman serta  kepada Delegatus Pendidikan Keuskupan Palembang (waktu itu dijabat Pastor Wistent) namun gagasan ini kurang mendapat tanggapan dengan alasan soal biaya yang cukup besar.

Disaat ide tersebut belum terwujud, justru Paroki Trinitas Bangunsari melalui para suster Charitas mendirikan SMP Xaverius Tegalsari BK IV. Melihat kenyataan ini, Bapak Sutedjo mengusulkan untuk mendirikan SMP Xaverius Cabang di Sukaraja, tetapi lagi-lagi tidak mendapat dukungan.

            Setelah beberapa kali mengalami kebuntuan, gagasan Bapak Sutedjo ini disampaikan dalam pertemuan IKK (Ikatan Karyawan Katolik) di stasi Sukaraja. IKK  merupakan perkumpulan orang-orang katolik yang berprofesi sebagai guru/karyawan di instansi pemerintah (PNS) yang berdomisili di Sukaraja dan Bandarjaya, waktu itu anggotanya tidak lebih dari 10 orang. Dalam pertemuan itu ide mendirikan SMP akhirnya disetujui dan didukung seluruh anggota IKK.

            Bapak Sutedjo kemudian mencoba menemui Bapak Sutopo Rianto guru di SMP Negeri Belitang yang merangkap mengajar di sebuah sekolah swasta. Harapannya agar Bapak Sutopo bisa membantu mencari informasi prosedur yang harus dilakukan dalam pendirian sekolah.

            Rencana pendirian sekolah ini juga disampaikan kepada Pastor Fridho Mulyo SCY dalam pertemuan pastoral di Paroki Bangunsari. Dalam pertemuan itu, Bapak Jemoni (Katekis Bangunsari) menyarankan agar rencana tersebut disampaikan kepada Bruder BK IX karena ada kabar bahwa bruder BK IX akan mengelola SMP di Srikaton.

            Bapak Sutedjo langsung mengadakan pembicaraan dengan Bruder BK IX (waktu itu Bruder Sutiarto dan Bruder Thomas). Kedua bruder ini kemudian meninjau Sukaraja dan tertarik. Bapak Sutedjo disarankan agar segera mencari lokasi rencana pendirian SMP tersebut. Belum sampai terlaksana, Bruder Sutiarto sudah pindah ke Jawa dan digantikan oleh Bruder Nico.

            Bapak Sutedjo kemudian melakukan perundingan untuk membeli tanah Bapak Tubiran dan diijinkan, dan ternyata Bruder Thomas menyetujui lokasi tersebut.

Setelah persiapan lokasi dirasakan cukup, Bruder Thomas mengurus perijinannya ke Yayasan Xaverius Palembang namun ternyata pihak Yayasan belum mau memberikan ijin dengan alasan beban Yayasan Xaverius sudah berat.

            Dalam masa Prapaskah tahun 1988 Keuskupan Palembang menerjunkan Tim APP nya ke paroki-paroki. Dalam pertemuan APP di stasi Sukaraja tutornya adalah Bapak Samodra (Ketua Yayasan Xaverius Pusat Palembang). Bapak Sutedjo menyampaikan permohonannya kepada Bapak Samodra agar Yayasan Xaverius mengeluarkan proposal Ijin Pendirian Sekolah dengan penjelasan Yayasan ini hanya sebagai syarat administrasi saja (pinjam nama) sedangkan soal dana, sarana dan prasarana lainnya nanti akan ditanggung dan dikelola oleh para Bruder FIC yang berpusat di Semarang. Dengan penjelasan seperti itu, akhirnya Yayasan Xaverius Palembang bersedia mengeluarkan Proposal Ijin Pendirian Sekolah. Berita kesanggupan Yayasan Xaverius memberikan ijin ini disampaikan ke Semarang, lalu YPL Semarang mengutus Bruder Aloysius Sumarmo FIC datang ke Sukaraja dan untuk sementara menetap di BK IX.

            Setelah itu panitia kecil (IKK) menyiapkan beberapa persyaratan yang dibutuhkan dalam pengajuan Ijin Pendirian Sekolah antara lain: Tenaga Pengajar (terdiri dari : Br Aloysius Sumarmo FIC, HY Sutedjo, Br Thomas FIC, Sutopo Rianto, Eko Rumianingsih, Susi Wulandari, Ag Triyono, Heri Sudibyo dan  Ag Suwarsono), Peta / Denah Lokasi Sekolah, Daftar Sekolah-Sekolah Sekitar (sumber murid baru), Daftar Calon Siswa Baru dan Izin Lingkungan/masyarakat sekitar.

Setelah Proposal Ijin Pendirian Sekolah dari Yayasan Xaverius ke luar, berkas tersebut dibawa ke Baturaja dan disampaikan kepada Bapak Sujarwo (Kepala SMP Xaverius Baturaja sekaligus anggota DPRD Tk II dari PDIP). Ditingkat kabupaten prosesnya tidak mengalami kendala, namun pada tingkat ke                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                camatan dan desa/lingkungan sedikit ada hambatan. Ketika akan meminta tanda tangan lingkungan, para tokoh Pondok Pesantren Nurul Huda tidak mau memberikan tanda tangan dan harus didatangi beberapa kali. Demikian juga di tingkat kecamatan harus ada pendekatan beberapa kali untuk minta tanda tangan Camat dan Kepala kantor Depdikbudcam Buay Madang yang akhirnya bersedia menandatangani izin pendirian tersebut. Setelah perijinan beres, panitia kecil (IKK) mempersiapkan tempat, dan sarana prasarana seperti : kantor, ruang kelas, WC, meja, kursi, papan tulis, dll.

            Karena saat itu SMP PL Sukaraja belum memiliki gedung, maka pada tahun ajaran 1989/1990 sebagai tempat pembelajaran dilakukan dengan menumpang di rumah penduduk (di rumah Bapak Kadeni dan kantornya menggunakan rumah Mbah Nan). Beberapa bulan kemudian Br Aloysius Sumarmo segera membangun gedung baru dengan 4 lokal. Pada bulan November 1989 proses pembelajaran pindah di gedung baru ( di lokasi SMP PL sekarang ini). Mulai tahun ajaran baru 1989/1990 Br Aloysius Sumarmo sebagai Kepala Sekolah menempati rumah dinas Katekis Sukaraja (yang dulu ditempati Keluarga Bapak Sutedjo) di depan Gereja St Petrus Sukaraja dengan dibantu oleh Bapak Suwarsono. Saat ini rumah tersebut digunakan sebagai Balai Stasi/ Balai Pertemuan.

            Pada tahun pertama (1989/1990) SMP PL Sukaraja memiliki 31 siswa, sampai ujian akhir masih 23 siswa. Dari tahun ke tahun SMP PL Sukaraja mulai pasang surut. Dua tahun perjalanan SMP ini tahun ajaran 1991/1992 Br Aloysius Sumarmo mendirikan SMA PL. Proses Ijin pendirian SMA PL ini jauh lebih lancar dibanding dengan proses pendirian SMP PL. Hal ini dikarenakan Pemerintah Daerah maupun Departemen Pendidikan Nasional sudah mengetahui keberadaan dan kemampuan Yayasan Pangudi Luhur. Pada tahap awal, guru-guru yang mengampu di SMA PL pun masih seadanya, yaitu Bapak M Wasis, Bapak Alb Yaji (alm) dan beberapa guru SMP yang waktu itu sebenarnya belum memiliki kualifikasi untuk mengajar di SMA.

            Dari tahun ke tahun SMP PL Sukaraja mengalami perkembangan cukup baik, meskipun kalau dicermati pada umumnya siswa yang masuk ke SMP PL Sukaraja adalah anak-anak yang tidak diterima di SMP N (istilahnya ”anak buangan”) sehingga rata-rata kemampuan/intelegensi anak-anak ini sangat rendah dan berasal dari keluarga yang kurang mampu, apalagi waktu awal-awal tahun, siswa yang masuk ke SMP PL Sukaraja ini banyak suku Komering yang memiliki pola pikir dan kepribadian yang masih “rendah” sehingga tingkat kenakalannya pun sangat tinggi. Perkelahian antar siswa terjadi hampir setiap hari. Guru/karyawan dilawan murid sudah hal biasa terjadi di Sukaraja. Namun berkat doa dan kerja-keras serta kesabaran para bruder, guru dan karyawan yang ada di SMP PL Sukaraja semua dapat dilewati.

            Kalau dilihat hasilnya, SMP PL Sukaraja telah banyak menghasilkan orang-orang yang bermanfaat bagi perkembangan masyarakat, gereja maupun negara. Pastor, Bruder maupun Suster ada yang merupakan alumni dari SMP PL Sukaraja ini. Sebagai contoh saat ini Pastor Paroki Stasi Sukaraja adalah alumni SMP PL Sukaraja.

Namun demikian, ada juga alumni SMP PL Sukaraja yang menjadi  orang yang menyusahkan orang lain atau menjadi sampah masyarakat (pencuri, perampok, dll). Memang perlu disadari, tidak selamanya usaha kita yang baik akan menghasilkan buah yang baik. Hal ini terbukti seperti yang dilihat dan dirasakan oleh para guru/karyawan yang ada di SMP PL Sukaraja ini. Memasuki usia ke-20 tahun, SMP PL Sukaraja baik secara langsung atau tidak langsung telah memberi andil besar dalam membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan juga telah banyak ikut serta dalam menghidupkan dan mengembangkan gereja.

 










^:^ : IP 18.206.13.39 : 2 ms   
YAYASAN PANGUDI LUHUR PUSAT
 © 2019  http://www.pangudiluhur.org/